Sabtu, 06 Februari 2010

Setelah Aku Tertidur


Ku lewati malam yang panjang lagi kali ini.
Aku suka malam.
Tidak ada yang mengganggu.
Membuatku tenang, hening.
Jika ku lihat keatas, miliaran bintang berpendar.
Berkedip-kedip.
Seperti mengikuti alunan musik.
Musik alam di malam hari.
Tapi aku suka saat subuh.
Matahari seperti mengintip.
Mengejutkan ayam-ayam.
Aku mulai berpikir kalau ayam berkokok karena dikagetkan matahari.
Aku biasa tersenyum karena pagi.
Lucu, melihat kejadian-kejadian di awal hari.
Aku juga suka antara pagi dan siang.
Aku suka kehangatanya.
Apa aku suka siang hari?
Tentu saja aku suka.
Walaupun aku suka keheningan tapi aku selalu ingin berkumpul dengan manusia.
Melihat mereka tertawa, mendengar mereka bercerita.
Seperti membawa kebahagiaan untukku.
Sore hari?
Ini waktu romantisku.
Melihat matahari berpindah ke sisi lain bumi.
Langit menjadi oranye.
Burung berterbangan ke sarang.
Dari sudut pandangku indah sekali.
Aku suka segala momen dalam hidupku.
Oh aku ingat!
Aku tidak suka tidur.
Itu membuatku kehilangan kesadaran.
Aku tidak mau kehilangan waktu sedetikpun untuk mengamati kehidupan ini.

Nanti, saat sinar matahari menyirami dan menghangatkan tubuhku.
Benda bergerigi akan mengoyak kulitku.
Taman ini akan kehilangan sebuah pohon tua rapuh.
Dibawahku biasa orang-orang tertawa, bercerita, mencari keteduah.
Besok, besok lagi, dan seterusnya, entah dimana orang-orang akan tertawa, bercerita, atau sekedar mencari keteduhan ditengah terik matahari.
Setelah aku tertidur. Selamanya..

Jatinangor, 6 Februari 2010
Sumber gambar http://4.bp.blogspot.com/_AG5Ii14tWtw/SciCaBPNMzI/AAAAAAAAAK4/N4DUlTJfDNo/s320/a+lone+tree.jpg

Senin, 18 Januari 2010

Hidup - Pikiran

Keheningan membuat tubuhku terdiam, sunyi tanpa gerakan. Tapi pikiranku, ia tidak terhenti oleh keheningan. Terus bergerak. Kualihkan pikiranku agar diam menyesuaikan keheningan, tapi tidak lama ia kembali terbang menerawang tanpa ku perintah. Apa seperti ini pikiran? Terus bergerak.

Seperti asap rokok yang terus keluar walaupun tidak dihisap, perlahan terbang ke angkasa. Bercampur dengan udara bebas. Ya, selama bara api hidup – asap rokok tidak akan hilang. Terus melalang buana, tanpa terkendali.

Ku perhatikan asap itu, mulai memenuhi ruang ini. Sama halnya dengan pikiran ku yang mulai memenuhi otakku. Ku buat ia berhenti – tapi ia terus muncul. Aku hidup, maka aku berpikir.

Ku matikan rokokku kali ini, asapnya perlahan hilang. Mati…

Rabu, 13 Januari 2010

Dari Pemimpin

Mahasiawa... Mahasiswa...
Mana kejujuran kalian, mahasiswa?
Lelah aku mendengar cacian kalian.
Hinaan kalian.
Makian kalian.
Kutukan kalian.
Kalian bicara kejujuran!
Dimana pemikiran itu saat kalian, mahasiswa.
UJIAN!!!!
Bingung aku menghadapi mahluk naif seperti kalian.

Jatinangor, 13 Januari 2010
Sedang UAS