Senin, 12 April 2010

Manyun-manyun di sore hari

Mereka yang merasa bukan siapa-siapa adalah orang yang suatu hari nanti menjadi siapa-siapa.

Kamis, 01 April 2010

Every Day Is A New Day


Ketika hari itu tiba.
Apakah aku siap bertanggung jawab?
Ketika hari itu tiba.
Dan seluruh masa lalu ku diperlihatkan.
Apa yang akan ku rasakan.
Bahagia?
Sedih?
Rindu?
Menyesal?
Tenang?
Kecewa?
Sebelum hari itu tiba.
Aku hanya bisa menjalani hari ini.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Sore-sore nyanyi-nyanyi di kosan. Padahal masih ada tugas, tapi menikmati hidup terkadang justru membawa kita ke tingkatan berbeda. Dibanding menjalani hidup dengan tekanan terkadang justru membawa kita pada kurungan – kotak kehidupan.

Five For Fighting – 100 Years
I'm 15 for a moment
Caught in between 10 and 20
And I'm just dreaming
Counting the ways to where you are
I'm 22 for a moment
She feels better than ever
And we're on fire
Making our way back from Mars
15 there's still time for you
Time to buy and time to lose
15, there's never a wish better than this
When you only got 100 years to live
I'm 33 for a moment
Still the man, but you see I'm a they
A kid on the way
A family on my mind
I'm 45 for a moment
The sea is high
And I'm heading into a crisis
Chasing the years of my life
15 there's still time for you
Time to buy, Time to lose yourself
Within a morning star
15 I'm all right with you
15, there's never a wish better than this
When you only got 100 years to live
Half time goes by
Suddenly you’re wise
Another blink of an eye
67 is gone
The sun is getting high
We're moving on...
I'm 99 for a moment
Dying for just another moment
And I'm just dreaming
Counting the ways to where you are
15 there's still time for you
22 I feel her too
33 you’re on your way
Every day's a new day...
15 there's still time for you
Time to buy and time to choose
Hey 15, there's never a wish better than this
When you only got 100 years to live

 

Setiap kehidupan kita akan meninggalkan masa-masa tertentu. Saya pernah kehilangan masa anak-anak, masa remaja, hingga sekarang saya baru masuk masa dewasa. Suatu saat nanti masa ini akan meninggalkan ku juga. Apakah akan begitu saja hilang? Tanpa kesan? Tanpa jejak? Aku hanya bisa menjalani ini sebaik yang aku bisa..

Sabtu, 27 Maret 2010

Pilihan Hidup


Apakah manusia punya pihan dalam hidupnya?
Ataukah manusia hanya menjalankan hidup yang telah dipilihkan untuknya?
Apakah keadilan memang benar ada – untuk manusia – untuk hamba – untuk budak Tuhan?
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perempuan jalang di simpang jalan
Menyimpan tempayan dalam dada
Para pejabat datang menyapa
Melepas nafsu dan wanjalaha

Barusan nonton film “Jamila dan Sang Presiden”, film yang diadaptasi dari teater berjudul “Pelacur dan Sang Presiden”. Kalo ga salah tadinya film ini mau menggunakan judul yang sama dengan versi teaternya tapi judulnya terlalu vulgar, jadilah ‘Pelacur’ diganti ‘Jamila’.

Ibu menyebut kelahiranku adalah cahaya.
Ibu berbicara pada ku tentang kesucian dan harga diri.
Dan aku di sini Bu.
Di tengah kegelapan yang pekat.
Yang tak punya ujung.
Kesucian seperti apa bu?
Harga diri yang bagaimana?

Cerita film ini tentang seorang wanita yang dilahirkan di keluarga miskin. Ia dijual ayahnya. Akhirnya Jamila melarikan diri ke Jakarta, tinggal di keluarga terhormat. Tapi kedua laki-laki di keluarga tersebut bertingkah menjijikan. Seperti tidak memiliki pilihan dalam hidupnya, Jamila seperti terlahir menjadi pelacur dan pembunuh. Semakin lama Jamila tidak tahan dengan hidupnya. Ia memilih mengakhiri penderitaan hidupnya. Sebuah pilihan dalam hidupnya dan mati yang Ia pilih.
Adaptasi dari teaternya terasa banget. Walaupun gw belum pernah nonton teater, tapi dari dialog dan aktingnya beda banget dari film-film kebanyakan. Sangat khas.
Gw rekomendasiin ni film. Asli bagus banget!!!