Esok malam ia akan kehilangan kesunyian malam yang spesial hanya di bulan ini*. Dan ia akan kembali melewatkan malam dalam dekapan pria beraroma alkohol.
Tanpa sedang menyalahkan apapun dan siapapun atas keadaannya, ia tetap larut dalam tangis sendu. “Selamat tinggal bulan, kau pemerkosa terbaikku disetiap tahun.”
Jatinangor, 6 September 2010
Catatan
*) Bulan Ramadan

